Junia Fitri Mayang Sari. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Sabtu, 05 Januari 2013

Peluang dan Prospek Pekerjaan di Perbankan Syariah

Perbankan syariah merupakan salah satu jenis perbankan yang melakukan kegiatan perbankannya berdasarkan syariah islam. Yang membedakan bank syariah dan bank konvensional adalah prinsip dan karakteristik sumber dana (soure of fund) dan penyaluran dana (use of fund). Prinsip yang diterapkan dalam bank syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: prinsip bagi hasil (mudharabah), prinsip penyertaan modal (musharakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah), prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah), dan prinsip pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). Selain menerapkan prinsip syariah, bank syariah juga menerapkan prinsip demokrasi ekonomi dan prinsip kehati-hatian dalam melakukan kegiatan usahanya.
Berikut ini adalah perbandingan antara bank syariah dan bank konvensional :
Bank Syariah Bank Konvensional
Melakukan hanya investasi yang halal menurut hukum islam Melakukan investasi baik yang halal atau haram menurut hukum islam
Memakai prinsip bagi hasil, jual-beli, dan sewa Memakai perangkat suku bunga
Berorientasi keuntungan dan falah (kebahagiaan dunia dan akhirat sesuai ajaran islam) Berorientasi keuntungan
Hubungan dengan nasabah dalam bentuk kemitraan Hubungan dengan nasabah dalam bentuk kreditur-debitur
Penghimpunan dan penyaluran dana sesuai fatwa Dewan Pengawas Syariah Penghimpunan dan penyaluran dana tidak diatur oleh dewan sejenis
Di Indonesia, perbankan syariah berkembang cukup pesat akan tetapi total asetnya masih dibawah bank konvensional. Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah, Januari 2012 yang dipublikasi oleh Bank Indonesia, jumlah perbankan syariah di Indonesia terdiri dari 11 bank umum syariah dengan jumlah kantor 1.435, 24 Unit Usaha Syariah dengan jumlah kantor 378, dan 155 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dengan jumlah kantor 389. Jadi, saat ini jumlah keseluruhan kantor perbankan syariah di Indonesia berjumlah 2.202 kantor. Kantor-kantor perbankan syariah ini tersebar di seluruh Indonesia dan terbanyak tersebar di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Perkembangan yang pesat perbankan syariah ini juga terus-menerus mendorong bertambahnya jumlah perbankan syariah maupun kantornya.
Tabel1. Jumlah Bank dan Kantor Perbankan Syariah
Dalam segi asset, dan jumlah bank maupun jumlah kantor perbankan syariah di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini juga berbanding lurus dengan jumlah pekerja di perbankan syariah. Data Statistik Perbankan Syariah Januari 2012 juga menginformasikan jumlah pekerja yang bekerja di perbankan syariah per Januari 2012 adalah 27.887. Terdapat 21.839 pekerja yang bekerja di bank umum syariah, 2.085 pekerja di Unit Usaha Syariah, dan 3.963 pekerja di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Jumlah pekerja ini terus menerus mengalami peningkatan, dari tahun 2006 dengan jumlah pekerja 3.913 di bank umum syariah, 1.797 di Unit Usaha Syariah, dan 1.666 di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
Tabel2. Jumlah Pekerja di Perbankan Syariah
Seperti yang telah saya uraikan sebelumnya, bahwa perkembangan perbankan syariah ini berbanding lurus dengan jumlah kantor perbankan syariah dan juga jumlah pekerja yang dibutuhkan. Tingginya pekerja yang dibutuhkan oleh perbankan syariah ini dapat menjadi salah satu lapangan pekerjaan yang menyerap banyak tenaga kerja. Prospek pekerjaan di perbankan syariah pun tergolong cukup bagus, selain karena di dorong oleh pertumbuhan perbankan syariah yang saat ini kian menanjak, saat ini juga perbankan syariah mulai banyak diminati oleh masyarakat karena dirasa lebih sama-sama memberi keuntungan dan sistem bunga. Akan tetapi, jumlah permintaan tenaga kerja dengan jumlah tenaga propesional yang tersedia saat ini masih kurang. Hal ini dikarenakan masih sedikitnya Universitas yang menyediakan jurusan khusus perbankan syariah, saat ini ekonomi konvensional masih mendominasi kurikulum maupun pendidikan di Indonesia. Maka dari itu, para tenaga kerja yang berasal dari latar belakang ekonomi konvensional memerlukan pendidikan dan pelatihan untuk menjadi tenaga kerja propesional perbankan syariah. Dari Data Statistik Perbankan Syariah Januari 2012 juga ditunjukan bahwa pada Januari 2012 dana yang dikucurkan untuk biaya pendidikan dan pelatihan bank umum syariah dan unit usaha syariah adalah 4 miliar rupiah, sedangkan biaya pendidikan dan pelatihan bank pembiayaan rakyat syariah adalah 552 juta rupiah.
Tabel3. Biaya Promosi, Pendidikan dan Pelatihan
Diperkirakan permintaan tenaga kerja propesional dalam perbankan syariah ini akan terus miningkat setiap tahunnya, sedangkan tenaga kerja propesional masih kurang memadai. Maka dari itu, pekerjaan di perbankan syariah mempunyai peluang yang masih sangat besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...