Junia Fitri Mayang Sari. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kamis, 07 Februari 2013

Memuliakan Masyarakat Melalui Ekonomi Syariah

Memuliakan Masyarakat Melalui Ekonomi Syariah
Bismillahirrahmanirrahim..
Pernakah anda mendengar ada sesorang yang ingin hidupnya dihinakan,ditelantarkan dalam kemiskinan,diabaikan dalam pengangguran dan dibuang ke dalam jurang distorsi si kaya dan si miskin?
Tentu tidak pernah,semua orang ingin sekali dimuliakan meski hidup mereka sesederhana apapun.
Apa yang anda pikirkan jika saya mengatakan kata “Kemiskinan”? Pasti langsung terlintas dibenak anda lingkungan yang kumuh,orang-orangnya yang jarang makan,pakaian lusuh,bau,anak-anak kecil bekerja siang malam,dan perut mereka yang keroncongan seraya memanggil nurani kita untuk memberi.
Apa yang menyebabkan ini semua,kenapa ada orang yang kelaparan disaat yang bersamaan ada orang yang kekenyangan?Ekonomi,ekonomi dan ekonomi, ada yang salah dengan ekonomi kita.
Lalu apa yang menyebabkan ekonomi kita seperti ini?Sistem,sistem dan sistem, ada yang salah dengan sistem ekonomi kita..
Sistem?apa maksudnya?sistem yang bagaimana?sepertinya sistem ekonomi kita berjalan dengan baik dimana pertumbuhan ekonomi dan perkembangan ekonomi sedang mengalami kenaikan belakangan ini.Lantas apa yang salah dengan sistem ini?
Baik anda memeng benar,belakangan ini negara kita sedang mengalami perkembangan dan kemajuan ekonomi yang cukup baik bahkan banyak negara-negara yang mengakui itu.Ekonomi liberal/kapitalis lahir dari relitas masyarakat yanng tidak percaya Tuhan,maka apakah teori kapitalis compatibel 100% diterapkan dinegara yang masih percaya dengan tuhan?Apakah pertumbuhan dan perkembangan ekonomi itu semua kalangan masyarakat merasakan?Tidak,hanya segelintir orang yang diuntungkan.
Ekonomi liberal/kapitalis hanya menguntungkan berberapa persen dari masyarakat saja.Ya nampaknya yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin,tidak ada keadilan dan kesejahteraan yang nampak pada kemiskinan yang menghinakan diri-diri mereka ditempat yang kumuh.
Baik sekarang saya minta anda untuk berfikir dan membuka mata,hati dan telinga dengan seksama.
Perhatikan cacat sistem ekonomi liberal/kapitalis ini.
Ekonomi ini hanya berlandaskan dari pemikiran manusia.Tujuan dari ekonomi ini hanya mengejar material yang penggerak utamanya adalah individualisme dengan perhatian utamanya adalah maksimalisasi keuntungan personal dan hanya berfokus pada aspek material akan tetapi memisahkan aspek spiritual dalam aspek material.
Lihat bagaimana tujuan sistem ini,hanya ingin menguntungkan pihak-pihak yang berkuasa saja,perut dibesarkan hati dikempeskan tak peduli ada saudaranya yang dihinakan dalam kemiskinan.Landasannya pun hanya pikiran manusia serta nafsunyapun berujung pada keserakahan.Selain itu sistem ini memisahkan aspek ekonomi dan aspek keagamaan,padahal kita hidup bukan dibumi manusia,namun dibuminya Allah.
Pertanyaannya apakah anda yakin sistem seperti ini dapat memuliakan manusia dalam kehidupan masyarakat?kalau iya kenapa masih ada kemiskinan yang begitu banyak jumlahnya hari ini?Coba anda cek ulang mengenai perhatian utama dari sistem liberal ini hanya berusaha memaksimalisasi keuntungan personal,apakah anda menemukan kata-kata yang berkeinginan untuk membantu orang lain,terlebih memuliakan masyarakat?
Sekarang coba anda bandingkan dengan sistem ekonomi syariah.Dimana ekonomi ini bertujuan untuk mengejar tujuan spiritual,ketaatan kepada aturan Allah sebagai bentuk penghambaan tertinggi dengan penggerak utamanya kerjasama dan semangat persaudaraan yang perhatian utamanya kesejahteraan seluruh ummat manusia serta menggabungkan aspek spiritual dengan aspek material.Dan yang terpenting adalah landasan Ekonomi syariah adalah AL-Quran dan Ash-sunnah.
Kalau anda merasa ekonomi syariah memang sangat berbeda karena tujuannya untuk kesejahteraan ummat manusia,berlandaskan kepada sesuatu yang sudah pasti benar tidak ada cacat sedikitpun dari landasannya dan selalu menghadirkan Allah didalamnya agar setiap kegiatan ekonomi dilindungi oleh Allah dan diridhoinya maka hati anda masih hidup,bisa membedakan yang baik dan buruk.
Apakah anda pikir ini dapat memuliakan masyarakat?Tentu,karena perhatian utamanya saja menyejahterakan seluruh ummat manusia.
Sekarang bisa kita simpulkan ya,bahwa ekonomi konvensional tidak akan mampu memuliakan masyarakat karena sistem itu fokus kepada kesejahteraan diri sendiri.Sedangkan ekonomi syariah akan memuliakan masyarakat karena ekonomi syariah fokus kepada kesejahteraan masyarakat.
Wallahu a’lam,semoga bermanfaat.

Rabu, 06 Februari 2013

Ebook Terjemah Al Qawaidul Fiqhiyyah As Sa'diy (PDF)

Judul Asli : Al Qawaidul Fiqhiyyah
Penulis : Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'diy
Judul terjemah : Terjemah Al Qawaidul Fiqhiyyah (Kaidah-kaidah Fiqih)
Penerjemah : Abu Razin Al Batawiy
Desain Sampul : Abu Razin Al Batawiy
Jumlah Halaman : 8 Halaman
Bidang Ilmu : Ilmu Fiqih – Kaidah Fiqih

Resensi Kitab:
Al Qawaidul Fiqhiyyah (kaidah-kaidah fiqih)  adalah sebuah kitab yang berbentuk nadzham (syair) yang berisi tentang kaidah-kaidah dasar ilmu fiqih. Pengarang kitab nadzham ini adalah seorang ulama terkemuka, Abdurrahman bin Nashir bin Abdullah As-Sa’diy, lahir pada tahun 1307 H di kota Unaizah, Qasim, wilayah Najd, Kerajaan Saudi Arabia. Syaikh As Sa’dy memiliki banyak karangan diantaranya Taisirul Karimil
Mannan fi Tafsir Kalamil Rahman (Kemudahan dari Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi dalam Tafsir Kalam Ilahi), Al-Irsyad ilaa Ma’rifatil Ahkam (Petunjuk  untuk memahami hukum-hukum), Ar - Riyadh an-Nadhirah (Taman-taman yang bercahaya), Bahjatu Qulubil Abrar (Kegembiraan hati orang-orang yang bertaqwa), Manhajus Salikin wa Taudhihul Fiqh Fid Diin (Pedoman orang yang beribadah dan pejelasan fiqh dalam agama), dan banyak lagi yang lain.


untuk mengunduhnya, silahkan klik link berikut: http://www.archive.org/download/AlQawaidulFiqhiyyahAsSadiy/TerjemahAlQawaidulFiqhiyyahAsSadiy.pdf

TAMBAHAN:

Al Qawaidul Fiqhiyyah beserta kandungan inti berbahasa Indonesia dalam 2 Halaman: Bagus!


Download:

http://ia601202.us.archive.org/29/items/MandzhumahAlQawaidAlFiqhiyyah/ManzhumahAl-qawaidAl-fiqhiyyah.pdf

TAMBAHAN:
Lantunan Audio Al Qawaidul Fiqhiyyah As Sa'diy dalam format mp3 oleh Syaikh Shalah Hasyim. Bagus! Silahkan unduh dari link berikut:

http://ia600303.us.archive.org/23/items/AlQawaidulFiqhiyyahAsSadyOlehSyaikhShalahHasyim/AlQawaidulFiqhiyyahAsSady.mp3

Selasa, 05 Februari 2013

Economic and Life Style

Ekonomi Syariah sebagai Solusi Menghadapi Krisis Ekonomi Global
Keterpurukan ekonomi Indonesia karena krisis ekonomi tahun 1997 mengakibatkan ambruknya dunia perbankan yang berpengaruh pada ketidakstabilan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Goncangan pada sistem manajemen perbankan konvensional yang disebabkan oleh nilai suku bunga yang melonjak tinggi membuat para nasabah peminjam tidak mampu mengembalikan pinjaman. Akibatnya, bank konvensional tidak memiliki dana liquid yang cukup untuk operasionalnya.
Kondisi terpuruknya perekonomian Indonesia (perbankan konvensional) menjadi suatu pembelajaran bagi pemerintah dan para pengambil kebijakan moneter untuk mencoba menerapkan sistem manajemen moneter alternatif. Sistim perbankan konvensional yang mengandalkan permainan spekulasi terhadap suku bunga, belum menunjukkan performansi yang baik dalam memacu pertumbuhan sektor riil di Indonesia. Selain itu, bunga dalam sistem perbankan konvensional dianggap riba oleh sejumlah kalangan ulama. Di sisi lain munculnya, sistim perbankan syariah telah diyakini sebagai solusi terbaik untuk menghadapi krisis ekonomi nasional dan memacu pertumbuhan sektor riil. Secara formal, berdirinya bank syariah telah diatur dengan diamandemennya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 (dilengkapi dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia). Sejak diberlakukannya undang-undang tersebut maka perbankan syariah dengan prinsip bagi hasil di Indonesia mulai diterapkan. Kenyataan membuktikan bahwa perbankan syariah cukup berhasil bertahan dalam krisis moneter yang mengguncang perbankan nasional.
Ekonomi syariah atau ekonomi islam yang memiliki orientasi terhadap kehidupan duniawi serta surgawi hadir sebagai alternatif dari  sistem ekonomi konvensional yang dianggap kurang kokoh dalam membentengi perekonomian dunia. Diharapkan sistem ekonomi islam dapat berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi suatu negara dan pembangunan bangsa, khususnya Indonesia. Kata ‘Ekonomi Konvensional’ mulai mencuat ketika ekonomi islam mulai mulai berkembang. Sebelumnya kata ‘Ekonomi Konvensional’ biasa kita sebut dengan kata ‘Ekonomi’ saja. Berikut adalah perbedaan yang mendasar antara ekonomi islam dengan ekonomi konvensional:
  1. Dalam ekonomi konvensional terdapat masalah kelangkaan (scarcity). Sedangkan dalam ekonomi islam tidak mengenal kelangkaan karena Allah membuat segala sesuatunya didunia ini dengan tepat ukuran (Q.S Qamar:49).
  2. Dalam ekonomi konvensional tidak ada elemen nilai dan norma sehingga sering terjadi konflik dan kecurangan saat pelaksanaannya. Berbanding terbalik dengan ekonomi islam yang menonjolkan sikap adil, jujur dan bertanggungjawab.
  3. Ekonomi konvensional berpijak pada materialisme dan sekulerisme. Sementara ekonomi islam berpijak pada Al-Quran, As-Sunnah serta kajian para ulama.
  4. Ekonomi islam menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat kecil. Sedangkan ekonomi konvensional hanya menguntungkan pihak tertentu saja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

pentingnya membaca
pentingnya membaca
pentingnya membaca
pentingnya membaca
pentingnya membaca
pentingnya membaca